penderitaan penjual cermin

(manusia dan penderitaan)
Dari film yang pernah saya lihat yaitu film kun fayakun yang di bintangi agus kuncoro,film yg menceritakan penderitaan dan perjuangan dari seorang penjual kaca/cermin keliling.penderitaannya terjadi karna cermin ddia tidak laku atau tidak ada satu pun yang membeli .penjual cermin serta keluarga nya pun sangat sulit untuk makan,ada lauk hari ini mereka sangat bersyukur bila tidak ada yang mereka makan mereka akan puasa.dan pada suatu hari penjual cermin itu berjanji menjual 1 buah cermin yang antic tetapi harga nya tidak seberapa bila terjual cukup untuk makan mereka 3 hari kedepan.pada saat berjualan ada ibu-ibu yang ingin membeli cermin itu setelah ingin membayarnya saat itu juga ada tawuran anak pelajar di tempat itu cermin itu pun pecah terkena lemparan batu dari pelajar-pelajar tersebut.dan ibu-ibu itu pun pergi menyelamatkan diri tanpa membeli kaca yang sudah pecar tadi.penjual itu pun kesal dan ikut dalam tawuran tersebut lalu datang lah beberapa orang yang pulang dari masjid membubarkan kerumunan pelajar dan menolong penjual kaca tersebut.
Hidup ini tidak selalu senang dan bahagia pasti ada penderitaan yg menghampiri, daari zaman dulu pasti banyak orang yang sudah merasakan penderitaan.penderitaan itu bertingkat-tingkat ada yang ringan ada juga yang berat.penderitaan pun bisa menjadi penyemangat bagi orang yang tidak mau atau terus menerus hidupnya menderita tapi ia ingin hidupnya menjadi bahagia.
Kita semua tau pada tanggal 29 Mei 2006 telah terjadi suatu bencana yang disinyalir penyebabnya adalah kesalahan dalam pengeboran. Bencana itu yaitu banjir lumpur panas sidoarjo atau lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Tim.
Sudah 6 tahun warga Sidoarjo dan sekitarnya menjalani perderitaan ini. Setidaknya 16 desa di tiga kecamatan telah terendam lumpur itu. Rumah dan lahan untuk mereka mencari makan terendam Lumpur. Bisa kita bayangkan bagaimana penderitaan mereka hingga saat ini.mereka tidak tahu harus berbuat apa pemerintah pun hanya membantu setengah-setengah.banyak lagi kisah-kisah penderitaan di dunia ini yang kita bisa lakukan hanya berusaha dan berdoa semoga penderitaan itu cepat berakhit…..amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s